Tampilkan postingan dengan label finansial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label finansial. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 20, 2011

[tip] Ingin Muda dan Kaya Raya?


Ingin kaya raya, lima atau 10 tahun lagi? Mungkin banget. Tips ini akan membantu Anda mewujudkannya.

1. Tetapkan tujuan sejak awal         
Ibarat melakukan perjalanan, pertama harus tahu dulu tujuannya. Kalau tidak, bisa berputar-putar saja, bahkan malah menghabiskan biaya. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang diinginkan 10 tahun ke depan. Punya mobil atau rumah, misalnya. Dengan semangat itu, Anda bisa jadi berhati-hati dalam pengeluaran dan terpacu untuk menabung. Sebaiknya siapkan rencana 5, 10, hingga 20 tahun.

2. Hiduplah dengan rencana itu       
Belilah barang yang Anda butuhkan, dan bukan yang diinginkan. Terdengar sederhana, tapi godaan ini susah untuk dihindari. Tetapi, bila rencana Anda telah menancap di kepala dan hati, pasti deh keinginan membeli barang yang tak perlu akan pupus.

3. Hindari berutang           
Sekarang banyak sekali tawaran membeli barang dengan dicicil. Atau bentuk pinjaman lain untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, tapi diinginkan. Tahan hati untuk tidak tergoda. Kecuali mungkin untuk sesuatu yang bisa dijadikan modal usaha, seperti pinjaman untuk kuliah lagi, atau pinjaman rumah. Hindari mengambil pinjaman yang cicilannya menghabiskan setengah dari penghasilan. Menurut ahli keuangan, jangan sampai berutang yang angsurannya membuat dompet menjerit.

4. Mari menabung              
Kecil-kecil kalau dikumpulkan akan menjadi besar atau banyak. Berapa pun yang Anda sanggup, biasakan menabung. Anda bekerja untuk mendapatkan uang, jadi Anda berhak mendapatkan bayaran. Nah, uang yang Anda bayarkan pada diri sendiri itu yang ditabung. Tabungan ini selain disimpan untuk mencapai cita-cita lima sampai 10 tahun mendatang, berguna pula bila ada kebutuhan mendesak. Seperti biaya rumah sakit, atau bisa dipakai untuk tujuan jangka pendek seperti berlibur ke luar negeri.

5. No minimum payment   
Punya kartu kredit enggak dosa.
Bila dimanfaatkan secara tepat, Anda tidak akan terlilit utang kartu kredit. Apalagi sampai menjadi korban debt collector, duh... jangan sampai deh. Agar tidak terjerat, segera lunasi tagihannya setiap bulan. Siapkan dana di rekening untuk membayar setiap tagihan yang datang. Sekali lagi, bayar lunas ya. Jangan hanya membayar minimal tagihan. Semakin kecil Anda membayar tagihan bulanan, semakin lama lunasnya.

6. Investasi masa tua          
Hidup bukan hanya untuk hari ini, melainkan juga untuk masa depan. Masa tua mungkin masih jauh di awang-awang, tapi tak ada salahnya dipikirkan dari sekarang agar masa tua Anda tetap kaya. Salah satunya, dengan mencoba berinvestasi. Banyak cara yang mudah dan sesuai dengan kemampuan di awal bekerja. Misalnya, mengambil asuransi dan membeli reksa dana. Keduanya bisa hanya dengan membayar iuran di bawah Rp 500.000 per bulan. Tetapi hasilnya, bisa dipetik setelah 10-15 tahun kemudian, dengan jumlah berlipat.

7. Buka deposito 
Selain tabungan yang bisa diambil setiap saat, ada baiknya punya tabungan berjangka alias deposito. Selain punya tabungan yang tak akan bisa dikutak-katik, simpanan ini juga bisa menjadi catatan tambahan yang berguna bila Anda ingin mengambil pinjaman rumah atau apartemen. Bagusnya sih dibuat berjangka setahun, dan saldonya ditambah lagi setiap tahun.

8. Tingkatkan kemampuan              
Usia 20-an adalah saat yang tepat untuk meningkatkan keahlian dan pendidikan, yang akan mendukung karier di masa depan. Berinvestasi di bidang pendidikan tak akan sia-sia. Ambil berbagai kursus ketrampilan, dan jangan berhenti hanya kuliah di tingkat S1. Satu lagi yang sebaiknya dilakukan, perluas jaringan dengan bergaul. Senior Vice President Kelly Services Asia Pacific, lembaga perekrutan tenaga kerja internasional, Dhirendra Shantilal berkata, saat ini banyak perusahaan mencari karyawan plus. Alias selain berpendidikan tinggi, menguasai banyak bahasa, juga aktif di berbagai organisasi.

9. Nikmati hidup 
Mengatur keuangan sendiri bukan berarti Anda tidak bisa bersenang-senang. Anda bisa membiayai traveling dari tabungan atau traveling murah karena punya banyak teman. Atau mengambil kursus bahasa sambil berkenalan dengan orang baru. Pokoknya buat kenangan indah dengan bertemu orang baru, dan mencoba hal-hal baru. Hal-hal seperti ini bisa menjadi investasi juga lho, banyak teman dapat rezeki, begitu kata orangtua. Yang penting, hindari mengambil pinjaman untuk biaya senang-senang. Anda bisa kreatif mencari hiburan tanpa mengeluarkan banyak uang.

Selasa, Mei 18, 2010

[tip] Jalan mencapai kebebasan finansial

Apakah Anda mau mengalami kebebasan finansial dalam hidup? Rasanya dengan lantang sebagian besar dari kita akan menjawab "Ya, saya ingin!". Kebebasan finansial memang impian setiap orang dan menjadi kata-kata yang lazim didengungkan, termasuk oleh praktisi keuangan personal.

Namun, tak dapat dimungkiri dalam banyak kesempatan Anda dan saya dihadapkan pada praktik keuangan hedonis atau materialistis di antaranya punya lebih banyak barang itu lebih baik, lebih banyak diupayakan tanpa perhitungan biaya, menggunakan kredit tanpa kalkulasi mendalam dan tidak ada dana disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan harga-harga barang.

Akibatnya, orang mulai sulit mem­be­da­kan mana needs (kebutuhan dasar), wants (keinginan lebih), hingga desires (nafsu dan kebanggaan sosial).

Namun, ketahuilah bahwa orang-orang yang sukses mencapai kebebasan finansial memiliki pemikiran, karakteristik serta gaya hidup yang patut kita tiru. Yang pasti mereka melakukan tiga hal penting dalam hidupnya yaitu manajemen pola pikir, manajemen gaya hidup, dan manajemen investasi sebagai kunci sukses menuju kebebasan finansial.

Manajemen pola pikir diwujudkan dengan mengusahakan pertumbuhan berkelanjutan dari penghasilan dan aksi kesadaran spiritual lewat bersyukur kepada Illahi. Sementara, manajemen gaya hidup berakar pada sikap senantiasa terukur ketika berbelanja dan disiplin dalam berutang.

Adapun, manajemen investasi kuncinya adalah disiplin menabung dan investasi secara reguler serta mengupayakan proteksi asuransi.

Ketika pemahaman sudah diraih, saya tidak menjanjikan Anda akan terhindar dari masalah. Masalah masih kerap muncul apalagi ketika kita baru memulai, atau telah mulai menerapkannya, pun saat telah terbiasa menjalankan konsep di atas.

Masalah pola pikir
Jika saat ini menjadi pegawai, seharusnya melihat posisi saat ini sebagai pendidikan lanjut­an setelah kuliah sarjana. Wirausaha adalah jalan rasional menuju kaya daripada bekerja kantoran/karier seumur hidup.

Selain itu, milikilah perencanaan keuangan bagi Anda dan keluarga. Hitung keperluan dana untuk memenuhi tujuan tersebut dan buat tahap­an bagaimana mencapainya, misalnya bagaimana Anda harus bekerja, berapa yang harus disisihkan untuk kebutuhan/ pengeluaran tersebut di atas.

Penting bagi Anda yang berkeluarga untuk menyamakan per­sepsi dan menetapkan tujuan bersama pasang­­­an, sehingga tidak ada dualisme tetapi fokus dan komitmen bersama mencapai tujuan.

Melupakan kemungkinan kenaikan harga, sesama, keluarga atau orang terdekat. Sering kali kita lupa menganggarkan surplus anggaran sekian persen dari pendapatan kita untuk menjaga kemungkinan kenaikan harga, memperhatikan hidup sesama kita, dan keluarga atau orang terdekat.

# Gaya hidup boros. Seseorang akan lebih baik jika dia hi­dup sesuai dengan peng­­hasil­an­nya dan tidak mendongkraknya di atas apa yang mampu diupayakan dengan penghasilan yang dimilikinya.

Sadarkah Anda kalau semuanya bermuara pada gaya hidup seperti apa yang ingin Anda terapkan untuk pribadi dan anak-anak Anda? Jika tersedia jasa angkutan umum dari tempat tinggal ke tempat bekerja kenapa Anda memilih menggunakan kendaraan pribadi? Tidak sedikit orang yang membeli barang karena lagi ada diskon besar. Disiplin, inilah kuncinya.

Buatlah catatan barang impulsif Anda, tunggu 1 bulan kemudian baru putuskan apa­kah akan tetap membelinya (tentunya anggaran untuk itu sudah disiapkan juga sebelumnya). Kebiasaan buruk membeli secara impulsif ini akan hilang dengan disiplin seperti ini.

# Anggaran tidak dijalankan dan dijadikan senjata. Inilah namanya kegiatan tanpa hasil, sudah dibuat fondasi tetapi bangunan rumah tidak diselesaikan karena kemalasan dan alasan pribadi lainnya. Sering kali anggaran yang dibuat juga menjadi senjata untuk memaksakan kehendak dan bagi anggota keluarga yang lain menjadi semacam ikatan yang kaku dan tidak fleksibel.

# Kesalahan pencatatan. Sering kali kita lupa memperhitungkan biaya-biaya transaksi perbankan, seperti biaya Internet banking, biaya pemeliharaan rekening, hingga tidak detail dalam mencatat atau masalah timbul karena penanggung jawab pembukuan lebih dari satu orang.

# Koreksi berlebihan. Ketika uang menjadi terbatas yang cenderung dilakukan adalah memangkas anggaran untuk beli pakaian, liburan, dan makan, tetapi kerap kali menyulut pengeluaran berlebihan di pos anggaran yang lain. Waspadalah.

# Melupakan pengeluaran medis. Banyak orang juga terlalu menggantungkan asuransi kesehatan dari perusahaan tempatnya bekerja, sehingga lupa menganggarkan dana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan diri sendiri dan keluarga. Padahal, penggantian untuk dokter gigi tidak ada bahkan layanan kesehatan pun ada batasannya.

# Hadiah tak terkendali. Hadiah kawinan, ulang tahun, dan hari raya akrab dengan kita. Namun, jagalah supaya tidak membeli hadiah dengan uang yang diperuntukkan keperluan lain atau membeli hadiah yang tidak diperlukan dan membeli hadiah pada saat-saat terakhir sebelum diberikan.

# Utang tersembunyi. Misalkan, pembayaran kartu kredit untuk biaya pengobatan dokter, utang dari anggota keluarga yang sering kali seperti terlewat karena tidak dianggarkan, ketika jatuh tempo tidak ada uang untuk membayarnya. Mulailah dengan upaya melunasi saldo utang terendah hingga tertinggi hingga akhirnya semua utang tersebut lunas.

# Kurang atau tidak berinvestasi. Alokasikan investasi Anda ke tempat yang tepat sesuai dengan tujuan. Tingkatkan pokok investasi hingga 30% dari pendapatan bulanan Anda.

# Tidak ingat hari tua kelak. Janganlah lupa membuat serangkaian program untuk memperkuat kondisi keuangan menuju masa pensiun. Caranya adalah dengan mengembangkan investasi yang menghasilkan (earning assets) dengan mengumpulkan modal sendiri sejak masa muda. Sebelumnya, kenalilah aset yang sudah dimiliki saat ini supaya tahu bagaimana menyempurnakan dan mengembangkannya.

# Lupa menyertakan pembelian polis asuransi. Guna melindungi anggota keluarga saat kita berupaya mengumpulkan pundi-pundi persediaan untuk konsumsi pada masa depan, adalah bijak jika kita membeli polis asuransi terutama asuransi jiwa, kesehatan, kerugian untuk memberikan proteksi bagi mereka yang kita kasihi.

Jika Anda berkomitmen untuk memperbarui pendekatan soal uang dan kebebasan finansial kami sarankan segera melakukan langkah-langkah memperbaiki konsep pola pikir, gaya hidup, dan investasi Anda.

Setelah pola pikir sudah direposisi, membenahi gaya hidup alias pengeluaran lewat anggaran menjadi kunci awal sebelum bisa merambah ke pengelolaan investasi dan perencanaan keuangan Anda secara menyeluruh.

Berikut ini kami sampaikan langkah-langkah dalam menerapkan manajemen anggaran: Pertama, membuat panduan anggaran. Membuat dan menetapkan acuan rasio-rasio relevan yang menjadi dasar dalam mengalokasikan pendapatan total per tahun.

Kedua, analisis anggaran. Sesuai dengan kategorinya, lakukan perhitungan biaya saat ini guna dikomparasikan dengan biaya berdasarkan rasio yang relevan tersebut.

Ketiga, evaluasi. Jika pendapatan lebih besar daripada pengeluaran, kendalikan pengeluaran untuk memaksimalkan surplus. Sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil dari pengeluaran, evaluasi situasi dan perbaiki keseimbangan anggarannya.

Keempat, putuskan. Tetapkan pakem yang hendak diterapkan. Bagilah biaya tahunan menjadi cicilan bulanan, atau alternatifnya, gunakan THR atau gaji ke-14 (bonus) untuk memenuhi pengeluaran tahunan.

Kelima, menyusun anggaran ideal. Setelah ram­pung panduan dan analisis, selanjutnya buat­lah anggaran ideal tersebut. Jalankan dan evalua­si 3 bulan kemudian untuk kemungkinan melakukan sejumlah penyempurnaan.

Manuel Pakpahan, CFP(r)
CEO KeluargaCerdas123.com

[tip] Biar uang bekerja untuk Anda

Gaji merupakan salah satu pos pendapatan tetap yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, dengan bertambahnya kebutuhan, terkadang penghasilan bulanan yang diterima tidak mencukupi sehingga dibutuhkan dana tambahan. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan gaji sebagai mesin penghasil uang. Caranya adalah dengan menyisihkan setiap bulan untuk investasi. Perencana Keuangan Safir Senduk dari Biro Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekans mengatakan pasangan suami istri yang sibuk bekerja tetap bisa mencari uang tambahan baru.

Sumber penghasilan yang dimaksud adalah uang. Menurut Safir, uang sendiri bisa "bekerja" untuk menghasilkan uang tambahan, ibarat punya anggota keluarga yang ikut bekerja menyumbang penghasilan uang di luar gaji bulanan.

"Kalau kreatif, Anda bisa memiliki penghasilan tambahan dengan memproduktifkan sebagian dari uang yang dipunya. Sebagai contoh, Anda bisa memakai Rp10 juta saja dari tabungan untuk diinvestasikan dan mendapatkan penghasilan tambahan yang baru," ujar Safir.

Sebagai contoh riil, pasangan suami istri yang bekerja dan memiliki gaji bulanan yang jika diperhitungkan secara matang, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Dari gaji bulanan yang masuk, sebagian disisihkan untuk tabungan. Uang tabungan itulah yang menurut Safir bisa bekerja sendiri menghasilkan uang sebagai tambahan pemasukan.

Bagaimana uang bisa bekerja mencari uang tambahan keluarga? Caranya dengan menginvestasikannya pada usaha dan produk investasi. Kalau Anda menginvestasikannya ke usaha, mungkin bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan dari situ. Untuk awalnya, sambil tetap bekerja, Anda bisa menjalankan usaha tersebut dengan mengajak orang lain, misalnya anggota keluarga.

Akan lebih mudah jika usaha yang dikerjakan sifatnya dapat diawasi dan ada hubungan dengan aset keluarga, misalnya membuka toko atau warung makan di halaman rumah, rental kendaraan dari aset mobil atau motor yang -dimiliki, atau usaha katering dari keahlian memasak yang dikuasai.

Jika pada awal usaha, Anda masih ikut terlibat dalam pengelolaannya, saat usaha itu bisa berjalan sendiri maka beragam -urus-an itu bisa dipercayakan kepada orang lain.

"Dengan demikian bukan hanya Anda yang mencari uang, melain-kan uang juga bisa digerakkan untuk menghasilkan uang lagi. Walaupun mungkin pada awalnya Anda harus terjun langsung untuk menggerak-kan usaha tersebut,"ujar Safir.

Contohnya yang dilakukan oleh Yuda. Berbekal satu aset kendaraan yang dimiliki, bapak satu anak ini tidak segan mengendarai kendaraan umum saat berangkat kerja saat mobil kesayangan akan disewa tetangga atau sanak saudara yang membutuhkan.

Demikian juga dengan halaman depan yang dimiliki, Yuda dengan dibantu sang pembantu dan adik ipar membuka toko pecah belah yang modalnya bersumber dari uang tabungan gaji bulanan bersama sang istri.

"Lumayan, hasilnya bisa buat nambah beli susu anak saya yang tidak cukup ditutup dari gaji bulanan saya dan istri," ujarnya. Bukan hanya itu saja, berbekal keahlian memasak yang dimiliki, sang istri bahkan memiliki angan-angan membuka usaha katering yang bisa dia jual di lingkungan kerja atau masyarakat sekitar yang membutuhkan jasanya.

Modal usaha

Modal usaha tentu bersumber dari uang tabungan yang berhasil dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga cukup membeli satu persatu aset tambahan untuk dukung usaha. "Harapannya bisa beli satu lagi mobil untuk disewakan lagi atau minimal untuk kendaraan niaga," ujarnya.

Perencana Keuangan dari Prime Planner Muhammad Ichsan mengatakan karyawan memiliki keterbatasan waktu jika ingin memulai usaha yang modalnya berasal dari pendapatan bulanan.

Langkah awal yang dapat dilakukan karyawan menambah dananya adalah dengan mendisiplinkan menabung atau berinvestasi pada produk-produk pasar modal seperti reksa dana atau unit-linked.

"Sejak seseorang memiliki pendapatan tetap, maka sebaiknya dia mulai disiplin menyisihkan pendapatannya untuk tabungan dan investasi. Ini bukan persoalan besarnya dana yang dikeluarkan, tetapi jangka waktu investasi itu."

Dia mencontohkan karyawan yang secara bertahap menabung sebesar Rp1 juta setiap bulan hingga mencapai Rp12 juta pada akhir tahun akan memiliki return yang lebih lebih tinggi dibandingkan dengan yang sekaligus menanamkan modalnya dalam jumlah yang sama pada bulan ke-12.

Semakin lama berinvestasi, maka karyawan itu akan menikmati pertumbuhan secara eksponensial dari dana yang ditanamkannya. Menurutnya, berinvestasi tidak melulu berbicara tentang uang yang berlebih tetapi komitmen untuk menyisihkan sedikit dana agar dana yang ada bisa bertambah. Banyak cara yang bisa ditempuh, asalkan jeli melihat peluang yang ada.

Jika dana yang dimiliki sudah besar, sebagian dana dipergunakan untuk membuka usaha, yang terdekat adalah memulai bisnis dari hobi karena itu akan lebih mudah mengingat aktivitas tersebut telah dilakukan secara kontinu.

"Hobi jangan hanya sekadar untuk senang-senang tetapi sebaiknya dimanfaatkan untuk usaha, meski untuk memulainya harus melalui riset agar bisnis yang dibangun tidak sia-sia."

Misalnya seseorang yang memiliki hobi mengutak-atik mobil, bisa membuka usa-ha bengkel. Begitu juga dengan perempuan yang memiliki hobi mendesain pakai-an bisa membuka rumah mode yang bekerja sama dengan penjahit.

Adapun, aset dapat berupa mobil atau ken-daraan bermotor yang dimiliki. "Jika di rumah ada dua motor, yang satunya tidak termanfaatkan dengan maksimal dapat dirental-kan. "Strategi lainnya adalah memanfaatkan ruangan di rumah untuk dijadikan kos-kosan, jika lokasi rumah berada di sekitar perkantoran atau kampus.

Dengan usaha yang dimiliki, pasangan suami istri yang berstatus karyawan tidak lagi pusing dengan pemenuhan kebutuhan keluarga yang semakin bertambah, sementara kewajibannya sebagai karyawan tetap dapat dikerjakan seperti biasa.

Kepatuhan, komitmen, kreativitas, dan kerja keras, adalah kunci sukses pasangan karyawan yang ingin tetap mencari uang tambahan keluarga. Apalagi tidak mudah memulai usaha, bahkan tidak sedikit yang membuyarkan konsentrasi kerja karena sibuk berusaha di rumah. (wulandari@bisnis.co.id/rahayuningsih@bisnis.co.id)

Th. D. Wulandari & Rahayuningsih
Sumber: Bisnis Indonesia

Selasa, April 22, 2008

[tip] Rahasia sukses Warren Buffet

Inilah Rahasia Warren Buffet

1. Kaya itu berasal dr Pikiran/Mindset
“Saya selalu yakin, bahwa Saya akan kaya dan tak pernah meragukanya biar semenitpun (”I always knew I was going to be rich. I don’t think I ever doubted it for a minute.”) - Warren Buffett. . .
Perbedaan antara yg miskin dan kaya terletak pada mindset mereka. Orang miskin memikirkan pikiran miskin dan kekurangan. Yang Kaya mikirnya kelimpahan dan kemakmuran. Keyakinan Anda yang menentukan cara Anda mendapatkan kekayaan, keputusan yang Anda ambil dan Cara Anda Bertindak.

2. Judi adalah permainan orang tolol…
Aturan Investasi 1: Jgn kehilangan uang ..
Aturan ke 2: Jangan lupa aturan no 1
“Gambling Is A Fools Game“ Rule No.1: Never lose money. Rule No.2: Never forget rule No.1.” - Warren Buffett

3. Berhati-hatilah dgn siapa Anda bergaul
Lebih baik ngumpul dgn orang-orang yang lebih baik dari kita.
Carilah orang yang kebiasaan/sifatnya lebih baik darimu dan Anda akan mengalir ke arah yang lebih baik.
Jika Anda ingin sukes secara finansial, Anda perlu bergabung dengan orang-orang yang memberi support dan enthusiasme pada visi Anda.
Bila Anda bergaul dengan orang yang menganggap uang jahat, alat kapitalisme dan kekayaan itu budaya asing, maka kesehatan keuangan Anda akan dipengaruhi pandangan mereka.
Suka atau tidak kita dipengaruhi orang yang paling sering bergaul dengan kita. Intinya.. Jangan bergaul dengan orang yang terus-terusan loss, bergaulah dengan orang-orang yang terus Profit
“It’s better to hang out with people better than you. Pick out associates whose behavior is better than yours and you’ll drift in that direction.” -Warren Buffett

4. Sukses lebih dr sekedar jumlah uang Anda direkening bank.
Saat ditanya CNBC Apa rahasia sukses? Buffet menjawab ”Saat seseorang mencapai usia seperti Saya, dan punya orang yang mencintai dan dicintai.Orang demikian dapat dikategorikan sukses”
Tidak ada perbedaan, mereka mempunyai ribuan atau milyaran dollar di bank. Sukses adalah dapat mengerjakan sesuatu yang Anda sangat sukai dan melakukannya dengan sangat baik.
Ya sesimple itulah arti sukses. Saya tidak pernah berjumpa dengan orang yang melakukan hal di atas, dan tidak merasa sukses. Tapi Saya telah berjumpa dengan banyak orang yang tidak melakukannya dan hidupnya sangat menyedihkan.
“Success is really doing what you love and doing it well. It’s as simple as that. I’ve never met anyone doing that who doesn’t feel like a success. And I’ve met plenty of people who have not achieved that and whose lives are miserable.” -Warren Buffet

5. Pengeluaran lbh kecil dr pendapatan
Saat Anda berada di dalam kapal yang sedang bocor, energi yang digunakan untuk menukar kapal baru, lebih produktif dari pada energi untuk menambal kebocoran kapal lama”
Anda tidak mungkin mencapai level milyarder jika pengeluaran lebih besar dari income.
Buffet terkenal dengan cara hidupnya yang sederharna. Dia masih tinggal di rumah yang dibelinya tahun 1958. Mengendarai mobil Lincoln tahun 2001 dan hidup dari gaji $100,000,-/tahun dibanding dengan kekayaan bersihnya senilai $ 52 billion… pengeluaranya sangat kecil.

6. Jauhilah berhutang utk kebutuhan konsumsi….Buffet menjauhi utang konsumsi, tapi berhutang dengan bijak sebagai leverage investasinya.

7 Sumbanglah ke masyarakat…
”Dari banyak milyarder yang kukenal, duit adalah cermin karakter dalam diri mereka. Jika mereka orang tolol, sebelum dapetin duit, mereka juga akan jadi orang tolol dengan milyaran dollar” kata Buffet.
“Of the billionaires I have known, money just brings out the basic traits in them. If they were jerks before they had money, they are simply jerks with a billion dollars.” - Warren Buffett
Untuk memperoleh lebih banyak anda harus memberi lebih banyak. Adalah lebih terberkati memberi daripada menerima. Tahun 2006 Buffet mengumumkan, menyumbang $30 milyar ke Bill dan
Melinda Gates Foundation. Sumbangan ini terbesar dalam sejarah. Buffet juga menyumbang banyak ke yayasan anak-anak.

8. Kemurahan hati dan Kelimpahan berjalan seiring.”Walau Ben Graham (guru Buffet), mempunyai segalanya dalam hidup ini, dia ingin menyumbang sesuatu, dengan mengajar. Sama seperti kita diberi kemurahan oleh orang lain. Kami tidak ingin berkat itu berhenti di kami. Kami ingin berkat itu berkelanjutan kepada yg lain.” Buffet. sumber : klubsaham.com
“Even though Ben Graham [Buffett’s mentor] had everything he needed in life, he still wanted to give something back by teaching, So just as we got it from somebody else, we don’t want it to stop with us. We want to pass it along too.” - Warren BuffettA
Mendapatkan kelimpahan kekayaan, pasti bukan hasil usaha satu orang… Anda pasti dibantu orang lain murah hati, jadi di saat ada kesempatan bayarlah kembali dengan membantu yang lainnya.“
“Anda hanya perlu melakukan beberapa hal-hal yang tepat dalam hidup ini, asalkan Anda tidak melakukan terlalu banyak hal-hal yg salah” Kata Buffet.
“You only have to do a very few things right in your life so long as you don’t do too many things wrong.” - Warren Buffett

Sabtu, November 03, 2007

[renungan] Uang

Deni sedang kesulitan keuangan, begitu kata teman-temannya. Kok tahu? Karena setiap kali kekurangan uang, Deni selalu sibuk meminjam uang sana sini. Beberapa temannya ada yang menolak karena setiap bulan dia meminjam uang.
 
Memang, setelah gajian pasti dibayar, tapi beberapa hari kemudian pinjam lagi. Lama-kelamaan teman-temannya merasa keberatan. Kalau sudah demikian, maka Deni sibuk mencari-cari siapa yang dapat meminjamkan uangnya.

Akhirnya Deni mendapatkan juga uang yang dibutuhkannya dari pinjaman seorang office boy. Sebenarnya Deni malu. Uangnya sudah habis padahal baru tanggal 16. Dia sudah tidak punya uang lagi untuk naik kereta ke kantor dan untuk biaya makan.

Ketika dia sedang berkeluh kesah dan bingung, tiba-tiba office boy menawarkan uangnya. Dia tidak sampai hati melihat Deni kesulitan. Deni tadinya menolak karena malu. Masak staf meminjam uang dari office boy? Tapi orang tersebut benar-benar rela ingin membantunya, sehingga akhirnya Deni menerima bantuannya.

Dalam hati kecilnya Deni merasa sangat malu. Malu sekali!. Tapi Deni terpaksa menerimanya, dia benar-benar tidak punya uang. Keesokan harinya dia ingin mencari office boy tersebut dan mengajaknya berbincang-bincang. Deni penasaran. Mengapa office boy tersebut bisa punya uang lebih dan bahkan bisa meminjamkan uangnya kepada Deni?

Bukankah gaji Deni lebih besar? Mereka sama-sama masih bujangan, belum menikah. Tapi, mengapa office boy tersebut bisa menyimpan uang sedangkan Deni selalu kehabisan uang? Kok bisa? Apa kuncinya?

Siangnya Deni baru mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dan bertukar pikiran. Office boy itu memang sangat istimewa. Dia paling rajin bekerja. Paling tuntas mengerjakan semua tugasnya. Tidak pernah terlambat masuk kerja. Padahal kalau dilihat penampilannya sepertinya biasa saja. Orangnya sederhana, agak kurus dan sopan, tapi tidak terkesan menjilat.

Sambil makan siang bersama di warung sebelah, Deni mulai menggali kunci sukses menyimpan uang yang dilakukan office boy tersebut. "Bagaimana caranya sih, kok bisa mempunyai uang lebih? Gaji saya selalu habis setelah tengah bulan." Deni membuka percakapan.

Office boy tersebut mulai bercerita. "Saya dulu juga begitu, mas. Gaji saya selalu habis sebelum akhir bulan. Akhirnya saya terpaksa meminjam dari teman. Tapi setelah meminjam, rasanya gaji saya semakin tidak cukup. Karena setiap kali gajian, saya harus mengembalikan uang yang saya pinjam di bulan sebelumnya. Jadi uang gaji saya berkurang. Akibatnya saya semakin kekurangan mas. Gaji utuh saja tidak cukup, apalagi setelah dipotong untuk membayar utang. Ya, semakin berkurang lah mas. Semakin lama, utang saya semakin banyak"

Benar juga, pikir Deni. Pikiran yang sederhana tapi mengandung kebenaran karena seperti itulah yang dialaminya. "Jadi bagaimana caranya melepaskan diri dari lilitan utang?" tanya Deni.

"Waktu itu saya diajari oleh nenek saya. Saya pernah pulang kampung tanpa membawa uang banyak. Waktu itu nenek saya bertanya kemana gaji saya. Saya bilang sudah habis. Langsung saya dipanggil dan diberi wejangan oleh beliau." katanya.

Nenek saya berkata: "Uang itu seperti air. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Kalau tidak dibendung, maka air akan mengalir terus. Seperti sungai. Harus dibendung. Setelah dibendung, maka uang akan berhenti mengalir dan akan mulai bertambah banyak."

Hidup prihatin
Waktu itu saya bertanya: "Bagaimana cara membendungnya?

" Nenek saya menjawab tegas:"Prihatin. Bulan depan jangan utang lagi."

"Tapi nanti kurang nek."

"Tidak", kata nenek. "Begini caranya. Begitu terima gaji, segera lunasi utangmu. Sisanya harus dicukupkan untuk sebulan. Jangan utang. Kamu jangan makan di luar atau jajan. Kalau perlu makan nasi putih dan garam, kecap atau kerupuk saja. Pasti cukup." Lalu saya diajak menghitung berapa uang yang harus saya sisihkan untuk ongkos, berapa untuk beli beras, garam, kecap dan kerupuk, dan lain-lain.

Nenek benar-benar meminta saya hidup secara prihatin. Saya tidak boleh naik ojek lagi. Dari rumah saya harus berjalan kaki ke jalan raya tempat saya naik angkutan umum. Pulangnya juga tidak naik ojek karena ojek cukup mahal. Uang saya memang pas-pasan untuk hidup ngirit seperti itu. Tapi memang cukup sih."

"Bulan depannya, saya disarankan untuk melanjutkan hidup seperti itu. Bulan depannya, uang gaji saya sudah mulai ada yang bisa saya sisihkan untuk ditabung.

Bulan ketiga saya mulai makan lebih banyak demi menjaga kondisi tubuh saya, bukan lagi dengan garam dan kecap. Tapi dua bulan hidup sederhana telah membuat saya tidak ingin beli apa-apa lagi. Makanan saya cukup sederhana saja. Saya tidak lagi suka jajan. Saya tidak pernah naik ojek lagi. Dari situlah saya mulai bisa menabung mas. Sampai sekarang."

Deni bertanya: "Boleh tahu berapa tabungan kamu? Tapi kalau kamu keberatan menjawab, tidak apa-apa. Tak usah dijawab."

"Tidak apa-apa mas. Tabungan saya hampir enam juta rupiah. Saya ingin menabung untuk biaya pernikahan saya tahun depan Mas."

Deni hanya bisa terharu. Yang penting niat. Kalau mau ngirit, pasti bisa. Mengapa uangnya habis terus? Karena pengeluaran Deni cukup besar. Padahal sebenarnya bisa dikurangi. Tapi Deni cenderung memanjakan dirinya. Dia selalu memilih naik ojek. Makan siang selalu di luar, tidak pernah mau membawa nasi atau makanan dari rumah. Pengeluarannya jauh melebihi gaji yang diperolehnya.

Rasa haru campur malu membuat Deni bertekad mengubah cara hidupnya. Dia juga ingin membendung uang yang dimilikinya. Dia takkan membiarkan uangnya mengalir terus. Harus segera dibendung. Mulai kapan? Hari ini! Change! Start today! Start now!